REMBANG – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Rembang melakukan kunjungan audiensi dan silaturahmi dengan Komandan Kodim (Dandim) 0720/Rembang pada Rabu, 15 April 2026. Pertemuan yang berlangsung kritis namun konstruktif tersebut digelar di Ruang Lobby Markas Kodim 0720/Rembang mulai pukul 09.30 WIB.
Rombongan aktivis mahasiswa ini diterima langsung oleh Dandim 0720/Rembang, Letkol ARM Winner Fradana Dieng, S.Sos., M.M.A.S. Dalam pertemuan tersebut, PMII membawa sejumlah isu krusial yang tengah menjadi sorotan nasional maupun lokal.
Soroti Dinamika Oknum TNI dan Fungsi Teritorial
Salah satu poin tajam yang disampaikan oleh Zuabirul Kamal I'tazza Ketua Cabang PMII Rembang adalah terkait dinamika tindakan oknum TNI di luar daerah yang melakukan aksi kekerasan berupa penyiraman air keras terhadap aktivis. PMII mendesak institusi TNI di tingkat daerah untuk tetap menjaga profesionalisme dan menjamin perlindungan terhadap kebebasan berpendapat mahasiswa di wilayah Rembang.
Selain itu, audiensi membahas peran TNI sebagai penggerak percepatan pembangunan sesuai mandat Presiden, terutama dalam mengawal stabilitas di sektor strategis daerah.
Sorotan Konflik Lahan KDKMP Desa Bangunrejo
Isu lokal yang paling menonjol dalam pertemuan ini adalah mengenai sengketa lahan di lokasi pembangunan Kawasan Daulat Ketahanan Mutu Pangan (KDKMP) atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bangunrejo.
PMII mempertanyakan keterlibatan TNI di wilayah tersebut di tengah adanya klaim sepihak dari warga. Menanggapi hal ini, Letkol ARM Winner Fradana Dieng memberikan penjelasan yang didasarkan pada ketetapan hukum yang berlaku.
Berdasarkan data Pemkab Rembang, status tanah tersebut telah dikonfirmasi bukan sebagai tanah sengketa, melainkan aset sah milik Pemkab Rembang. Hal ini diperkuat dengan adanya Sertifikat Hak Pakai (SHP) nomor 00016 dan hasil putusan kasasi Mahkamah Agung tahun 2023 yang menolak permohonan keberatan dari pihak penggugat (Bambang Sukamto). Dengan dasar hukum tersebut, TNI bertugas mengawal pembangunan agar berjalan lancar sesuai program pemerintah.
Komitmen Sinergi
Dandim 0720/Rembang menegaskan bahwa TNI tetap mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis dalam menjalankan mandat percepatan pembangunan di Bangunrejo.
"Kami mengapresiasi kontrol sosial dari teman-teman PMII. Penting bagi kita semua untuk melihat permasalahan berbasis pada data dan putusan hukum yang inkrah. TNI hadir di Desa Bangunrejo semata-mata untuk memastikan program ketahanan pangan bagi masyarakat berjalan sesuai jadwal," ujar Letkol ARM Winner Fradana Dieng.




0 Komentar